Rabu, 27 April 2011

TRIO BURULU DIMATA AKADEMISI

By: MAS'AN, QURRATU A'YUN
Email: library@lib.unair.ac.id
Undergraduate Theses Airlangga University
Created: 2008-12-18 , with 1 file(s).


Keywords: Sandiwara radio, Bahasa Surobo. roan, "Trio .
Burulu, Radio Suzana, Motif, Pendengar usia dewasa
Subject: RADIO PLAYS; DRAMA

Call Number: KKB KK-2 Fis K 36/08 Mas m
Sandiwara radio merupakan sebuah program siaran yang menyajikan pemaparan jalan cerita berbentuk uraian fakta atau pendapat yang disiarkan oleh beberapa karakter suara dengan dukungan sound effect yang dapat memperkuat suasana. Salah situ Sandiwara radio yang masih mengudara hingga saat ini adalah Trio Burulu. Sandiwara radio berbahasa Surabaya yang bergenre komedi ini disiarkan setiap hari oleh Radio Suzana sejak tahun 1977. Dengan menyajikan tema cerita seperti percintaan remaja, problem rumah tangga, kegiatan sekolah atau kegiatan di lingkungan kerja, mitos-mitos hantu dan cerita rakyat, serta cerita-cerita keseharian masyarakat Surabaya membuat program ini mampu mempertahankan pendengar lama mereka serta mampu menjaring pendengar yang baru. 

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif' dengan tingkat analisis deskriptif' yang bertujuan untuk menjelaskan motif yang melatar belakangi pola konsumsi pendengar Trio Burulu terhadap program Trio Burulu Radio Suzana Surabaya. Motif dalam penelitian ini dikategorikan ke dalam empat bagian yaitu motif infiormasi, motif integrasi dan interaksi social, motif diversity, dan motif identitas pribadi. Teori yang digunakan adalah teori Uses and Grali ication yang menyatakan bahwa pada dasarnya khalayak bersifat aktif'dan selektif'dalam memilih media massa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara aksidental dan Surabaya ditetapkan sebagai lokasi penelitian. 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif utama pars pendengar Trio Burulu dalam mendengarkan program Sandiwara radio tersebut adalah motif integrasi dan interaksi sosial, dimana para pendengar Trio Burulu menjadikan program tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan empati sosial. Dengan mengikuti alur cerita yang disajikan, para pendengar Trio Burulu dapat ikut merupakan apa yang dirasakan oleh orang lain.


ASAL USUL MBAH WONOKAIRUN









Mbah Wono Kairun adalah figur fiktif yang saya ciptakan pada pertengahan tahun 1975, ketika waktu itu kebetulan acara TRIO BURULU  Trio Bunali Rukem Lumut  yang saya gagas dua tahun sebelumnya membutuhkan seorang aktor tua untuk melengkapi barisan "artis" Parodi Suroboyoan di Radio Suzana Surabaya.Sebelumnya beberapa Illusion voice atau suara imaginasi telah saya munculkan dari tenggorokan saya seperti : BRUDIN = figur etnis Madura yang memiliki karakter polos,lugu,emosional sering salah ucap dengan aksen Madura yang kental. WAN ABUD =  figur ini mewakili etnis keturunan Arab yang tegas, emosional, sederhana , lucu dalam ucapannya yang ber aksen Arab. BUNALI =  adalah figur muda Arek Suroboyo yang dikesankan tampan, berwibawa dan disenangi wanita. Selanjutnya adalah  WAK SELLEH = Figur ini diimaginasikan berusia 70 tahun yang dikenal masyarakat dengan suara paraunya. Karakternya sok usil, sok pinter sering salah paham, dan gak nyambung dalam pembicaraan. TEE ING HAN = Nama etnis Tionghoa ini adalah nama salah seorang penggemar Trio Burulu. Tampangnya lucu,demikian pula cara berpakaian dan yang paling menggelikan cara bicaranya yang agak cedal dan beraksen Tionghoa, namun baik dan penyabar penuh pengertian.

 

Dari sederetan nama fiktif tersebut nampaknya MBAH WONOKAIRUN yang banyak disenangi masyarakat
berkat celoteh suara tua rentanya yang menggelikan. Dalam penggambaran selanjutnya Mbah Wono memakai kain sarung yang sering melorot karena tidak disabuki serta batukkhasnya yang sering mengganggu lawan bicaranya. Gigi ompong , kepala botak hanya tinggal dua helai rambut yang tersisa.
Mbah Wono digambarkan sebagai kakek tua usia 80 an yang belum pernah menikah. Sifatnya yang tua tua keladi, sok muda , sok gaya, namun tak berdaya. Figur figur fiktif diatas bila sedang "aksi" di acara Trio Burulu pasti agak merepotkan saya karena saya harus berkali kali merubah karakter vokal saya, apalagi kalau suara suara itu saling berdialog.  Namun seiring perjalanan semuanya berjalan lancar.Sejak dideklarasikannya acara Trio Burulu Radio Suzana tahun 1975 sampai sekarang gelar acaranya tetap pada jam 15.00 - 16.00 mulai gelombang 1116 AM ganti gelombang 91,1 FM sampai gelombang 91,3 FM saat ini.


Bila kita hitung jumlah cerita yang ditampilkan di acara Trio Burulu Radio Suzana bisa mencapai ribuan cerita, maklum setiap hari kami selalu menampilkan cerita dan thema yang berbeda. Andaikan satu bulan ada 25 cerita, maka setahun 300 cerita. Bila acara ini berlangsung dari tahun 1975 sampai 2010 berarti 35 x 300 cerita = 10.500 cerita. Bisa bisa prestasi ini masuk dalam catatan Guiness Of World Records untuk jumlah penampilan cerita yang terbanyak. Wallahu A'lam....

Pengasuh acara Trio Burulu yang masih tetap eksis adalah BUNALI dan LUMUT sementara figur RU nya berganti ganti mulai dari RUKEM ganti RUMINAH ( Ria Enez ) dan  RUKAYAH ( alias mak Bongki ). namun sangat disayangkan  sejak bulan Maret 2011 telah mengundurkan diri untuk alih profesi , setelah beberapa tahun mengabdikan dirinya di acara TRIO BURULU. Posisinya  sekarang digantikan oleh TITIN DODO.

Beberapa seniman Jawa Timur juga sering nimbrung di acara tersebut sebagai bintang tamu mulai dari jamannya pelawak Paimo, Harry Koko, Sunaryo alias Sussi , Pelawak Ludruk Sokran dan Roy Markun. Namun sayangnya mereka telah meninggalkan kita semua. Saat ini seniman Ludruk yang masih aktif sebagai bintang tamu adalah SAPARI dan JHUSS .Sementara yang namanya BOY INSAP ANDI LAYAOOU dan TITIN DODO adalah kader kader yang potensial untuk memperkuat barisan seniman Trio Burulu

 

 TRIO BURULU sejak kelahiranya sampai saat ini masih tetap mempertahankan ke khasannya yaitu 
mengangkat potret potret masyarakat kecil dengan segala permasalahan yang dihadapinya. dengan ramuan  gaya Suroboyoan yang kental lugas disertai pewarnaan humor disana sini.
Motto untuk acara Trio Burulu adalah KETAWALAH SEBELUM DITERTAWAI.Hehehehehe....

Wassalam dari saya ,  BUNG KAISAR VICTORIO 


 

SEJARAH TRIO BURULU




KAISAR VICTORIO


ASAL USUL TRIO BURULU
Sejak saya bergabung dengan Radio Suzana tanggal 28 Agustus 1972 terjadi gejolak dalam main set saya untuk membuat suatu inovasi guna menjadikan media yang satu ini bisa meraih penggemar sebanyak banyaknya. Kala itu Radio Suzana berdomisili di Jalan Kapasan pas disebelah Lobby Bioskop Suzana.
Namun niat itu belum terwujud karena saya masih harus menyesuaikan dengan program acara yang sudah ada sebelumnya.Tahun 1973 Radio Suzana pindah ke Jalan Simolawang Baru V Surabaya.Sebuah rumah milik Cik Alik , studio siarannya menempati salah satu kamar besar yang ada didepan.
Momen kepindahan itu saya gunakan untuk merubah acara acara lama yang saya asuh secara bertahap, meskipun masih mengandalkan pemutaran lagu hits waktu itu baik lagu barat maupun Indonesia.
Dua tahun kemudian tepatnya pertengahan 1975 saya menggagas tiga baru sekali gus yaitu : PRAKTEK TERANG KAISAR VICTORIO -  GAIRAH REMAJA dan TRIO BURULU. Ketiga acara itu lebih mengandalkan siaran kata ( Talk show ) ketimbang lagu lagunya.
Disinilah momentum bersejarah itu dimulai, khususnya acara TRIO BURULU, kependekan dari Bunali - Rukem dan Lumut.





LATAR BELAKANG ACARA  TRIO BURULU
Berangkat dari kondisi masyarakat kala itu yang masih banyak terbelit bermacam masalah ( Social Problems ), mulai dari masalah Rumah Tangga, kesulitan Ekonomi, kemiskinan,pengangguran , etika dan moral dan lain lain yang tidak lepas dari potret kehidupan mereka.Tentu saja diujung cerita Trio Burulu
Ada pesan pesan moral yang kami sampaikan untuk memberikan rasa optimisme dalam kehidupan,  serta pencerahan tentang cara hidup yang baik dan wajar.
Motivasi kedua adalah untuk mengangkat nilai nilai budaya Arek Suroboyo khususnya Jawa Timur pada umumnya.Mulai dari karakter Arek Arek Suroboyo, bahasa celoteh Suroboyoan , Guyon Suroboyoan.  Setiap orang mungkin tahu bahwa Arek Suroboyo memiliki karakter yang lebih terbuka , tegas, lugas , toleran , gotong royong dan friendly ( bersahabat  ).
Motivasi ketiga adalah untuk melestarikan komedi Suroboyoan dengan versi yang beda, meskipun sebelumnya masyarakat sudah mengenal yang namanya Ludruk , Pari'an , Srimulat , dan grup grup lawak Surabaya waktu itu. Perbedaan Trio Burulu dengan apa yang diperbuat oleh para seniman lainnya terletak pada kekuatan cerita dan kekuatan humor.
Alhamdulillah karena saya dilahirkan di kampung Nyamplungan dekat kampung Ampel , dimana masyarakatnya sangat heterogen mulai dari etnis Jawa, Madura, Banjar,Arab. Makassar. Tionghoa.
Dari sinilah saya bisa bergaul dengan mereka dan secara tak disengaja saya juga merasakan karakter dan budaya mereka, baik aksen bicara maupun cara mereka berhumor.
Itulah sebabnya Tokoh tokoh Trio Burulu terdiri dari etnis yang berbeda beda seperti :
BUNALI : Sosok arek Suruboyo Lor loran ( Surabaya Utara )
BRUDIN : Sosok Putra Madura yang sudah lama berdomisili di Surabaya
WAN ABUD : Sosok keterunan etnis Arab
TEE YING HAN : Sosok keturunan etnis Tionghoa
SELLEH : Sosok Masyarakat kecil ( Wong Cilik )
MBAH WONOKAIRUN : Sosok Orang Sepuh asli Surabaya
RUKEM : Sosok keibuan yang cerewet dan kritis
LUMUT : Sosok ning Suroboyo yang eblas dan  banyak maunya.
Alhamdulillah..sambutan masyarakat begitu besar merespon kehadiran acara ini , karena thema ceritanya  sebagian menyentuh pengalaman hidup mereka.
Pokoknya Trio Burulu dianggap representasi kehidupan mereka.
Seiring perjalanannya Trio Burulu Radio Suzana Surabaya memberi kesempatan kepada para seniman Jawa Timur untuk menjadi bintang tamunya hingga saat ini.
Tahun 1977 Trio Burulu pindah padepoan dari Jl. Simolawang Baru ke Jl. Taman Apsari 7 Surabaya.
Tahun 2010 mulai awal Januari pindah lagi ke Jl. Walikota Mustajab 62 Surabaya.

Wassalam : Kaisar Victorio